Pengunjung

Flag Counter

Berkunjung ke Taman Air Mancur Sri Baduga di Purwakarta

Kali ini saya akan ceritakan lagi perjalanan ke suatu tempat menakjubkan hasil kreatifitas anak bangsa yang tak kalah dari karya luar negeri. Namanya Taman Air Mancur Sri Baduga, terletak di kabupaten Purwakarta Jawa Barat. 

Berangkat dari Subang menuju Purwakarta sekitar pukul setengah 5 sore. Saat ini perjalanan lebih tenang insha Allah tidak nyasar dan ga perlu tanya-tanya lagi karena kami dibantu dengan aplikasi penunjuk jalan google map dari smartphone. Tinggal sentuh dan ucapkan nama tempat yang dituju pada aplikasi tersebut. Dengan diarahkan jalan yang efektif dan efisien kami pun dijauhkan dari jalur kemacetan.

Alhasil kami tiba dengan selamat sampai tujuan pukul 18:00. Kendaraan kami parkirkan di tempat parkir di luar Taman Air Mancur Sri Baduga. Lahan kosong yang sepertinya disulap menjadi lahan parkir dadakan oleh warga atau komunitas sekitar yang memanfaatkan dan menjalankan bisnis parkir. Tak sedikit pengunjung yang memarkirkan kendaraan di pinggir jalan, sehingga menambah keruwetan jalan. Toko-toko yang masih buka di sekitar tempat air mancur, memampangkan tulisan peringatan bahwa tempat parkirnya hanya untuk pengunjung di toko tersebut, bukan untuk parkir pengunjung Taman Air Mancur Sri Baduga.

Kami pun berjalan kaki dari parkiran menuju ke taman air mancur. Sesampainya di sana ternyata pintu masuk gerbang taman air mancur sudah ditutup, dimana pengunjung sesi pertama pertunjukkan air mancur sudah berada di dalam. Kami menunggu pertunjukkan pada sesi kedua, sekitar pukul 20:00 dibuka kembali gerbangnya.

Kami langsung menuju mini market untuk membeli minuman. Semakin lama pengunjung yang datang semakin ramai dan penuh. Untungnya kami sudah berbelanja di mini market tersebut, ternyata untuk membayar belanja di kasir semakin penuh sesak diantrian mini market tersebut. Tak sedikit pengunjung membatalkan masuk ke mini market tersebut.

Sekitar pukul 19:00 terlihat lampu-lampu laser menyorot ke luar dan terdengar dari luar pagar taman air mancur musik yang mengiringi pertunjukkan air mancur akan dimulai. Pertunjukkan dimulai pukul 19:30 wib. Sekitar 20 menitan pertujukan sesi pertama selesai, pengunjung sesi pertama pun diarahkan meninggalkan tempat pertunjukkan tersebut. Kami pun menuju antrian masuk ke dalam yang tidak terlihat dimana tepatnya pintu masuk taman air mancur tersebut. Suasana dan kepadatan pengunjung sangat penuh di luar taman air mancur. Kami pun sekuat tenaga mencapai pintu masuk, dengan sambil menggendong putri kami yang sudah terlelap tidur. Dikarenakan pada saat siang hari tidak mengindahkan ajakan untuk tidur siang, malah asyik menonton serial kartun di tv. Desak-desakan pun tak terelakan, dikarenakan padatnya pengunjung. Terikan-teriakan agar tidak saling mendorong dan bantahan bahwa yang mendorong berasal dari kerumunan belakang. 

Akhirnya masuk juga kami di jalur masuk pintu taman air mancur. Ada pula yang masuk lewat pintu khusus bagi penyandang disabilitas dan ibu hamil, walaupun bukan menyandang status kedua-duanya. Setelah di dalam sudah banyak yang duduk di bagian tempat duduk depan. Kami pun duduk di bagian belakang air mancur. Tak lama pertunjukkan dimulai, berikut rekaman yang sempat kami rekam lewat kamera video hape.



Setelah puas kami menyaksikan pertunjukan air mancur hasil karya anak bangsa, kami pun bergegas pulang menuju Subang. Kami pun kembali berjalan kaki menuju tempat parkir. Ada kejadian lucu di tempat parkir, dimana sebuah mobil karimun yang tidak dapat didorong karena direm atngan oleh pemiliknya, menghalangi jalan keluar kendaraan kami. Akhirnya bagian belakang mobil tersebut diangkat dan ditarik oleh tenaga tangan tukang-tukang parkir yang menjaga di tempat parkir tesebut. "Sungguh luar biasa hebatnya". Saat membayar parkir di pintu keluar saya agak kaget juga saat tukang parkir meminta bayaran sebesar dua puluh ribu rupiah. Walaupun pertunjukkannya gratis tetapi parkirnya lumayan mahal bagi saya. Saya pun membayarnya dengan sedikit kecewa, tetapi tak lama kecewa saya jika dibandingkan dengan hiburan yang kami dapatkan. 

Ya mungkin perputaran uang yang ada di sekitar untuk warga sekitar melebihi pengeluaran biaya pemkab Purwakarta yang konon kata bupati tersebut dalam sekali pertunjukkan menghabiskan biaya 30-50 juta untuk biaya listrik dan operator. Dan terutama untuk lebih memajukan perekonomian warga Purwakarta dan mengenalkan kebudayaan serta pariwisata Purwakarta di seluruh Indonesia bahkan sampai ke mancanegara. Semoga, amiin...terima kasih para pembaca blog saya, sampai dipostingan saya berikutnya, wassalam..


Comments

Popular Posts