Pengunjung

Flag Counter

Perjalanan Mengajar (Hampir) Disemua Jenjang Pendidikan


Kuliah S1 di salah satu kampus swasta yang tidak terkenal di Jakarta Barat. Dimana kawasan kampus tersebut terlengkap fasilitasnya sejagat raya, mulai dari lahir di rumah sakit kemudian sekolah dari TK sampai SMA hingga kuliah di kampus. Mesjidnya pun ada untuk sholat dan menyolatkanmu, hingga diantar dan ditempatkan di tempat peristirahatan terakhir di samping mesjid. Lama kuliah sama dengan anak SD mulai masuk sekolah sampai dia coret-coretan pakai seragam putih merah. Waktu lulus itu masih dibilang wajar karena kuliah jurusan teknik apalagi teknik mesin. Setelah euforia wisuda dan memandang foto bertoga.









Foto wisuda bersama dua teman seperjuangan yang "cepet sekali ganti toganya?", my Dad ask.
"Maaf kawan, aku lebih cepat 1 tahun menjadi pengangguran daripada kalian". 

Mulailah diriku berburu di kolom-kolom lowongan pekerjaan surat kabar. Berpuluh-puluh hingga ratusan lembar fotokopi ijasah, transkrip nilai, surat lamaran kerja telah terkirim melalui Pos Indonesia. Tetapi setelah adanya situs lowongan kerja kini lebih memudahkan dan lebih menghemat proses lamaran dan perekrutan kerja. Tinggal perbarui profil dan CV kita diakun pribadi, pilih berdasarkan pendidikan dan kebutuhan tunggulah masa pemanggilan dari perusahaan yang kita tuju.


Tetapi dari pelbagai panggilan yang masuk belum ada yang sesuai dengan latar belakang pendidikan saya. Kadang tidak merasa mengirim lamaran tetapi dipanggil oleh sebuah perusahaan. Dari panggilan kerja yang saya ingat seperti menjadi “pencari” nasabah saham milik dalam dan luar negeri pada perusahaan berjangka, penyedia jasa pembiayaan pembeliaan kendaraan, “Mandor” perkebunan kelapa sawit di Kalimantan. Awalnya mencari pekerjaan sesuai latar belakang pendidikan lama-kelamaan mencari yang lowongan lulusan S1 umum. Berkali-kali ikut psikotes, pengetahuan umum dan bahasa Inggris selalu lolos, tetapi setelah wawancara pengumumannya selalu tidak ada kabar. Sempat kena jebakan penyalur kerja yang bermodus pelatihan komputer dan akan ditempatkan di perusahaan yang ujung-ujungnya minta duit.



Dimasa yang galau gundah gulana seperti Gundala yang tak memiliki kekuatan gunturnya lagi. Ayah tercinta menyarankan untuk meneruskan kuliah S2 Teknik Mesin (lagi) dan juga diiringi sambil mengambil kuliah Akta IV kuliah pendidikan untuk dipersiapkan menjadi seorang pengajar yang dari lulusan S1 non pendidikan (sekolah terus, kapan kerjanya?). 
Kuliah S2 sudah tinggal tesis saja tapi belum lulus, namun kuliah Akta IV selama 1 tahun lancar selesainya. Belum genap mendapatkan sertifikat kelulusan Akta IV sudah mendapat info teman kuliah yang sudah menjadi kepala sekolah untuk membantu mengajar di sekolah tersebut. Wow hebat.. padahal temen saya belum selesai kuliah S1 nya. Menjadi guru pertama kali di SMK (STM) Otomotif mengajar mata pelajaran otomotif dan guru MTs (SMP) mata pelajaran matematika di sekolah lingkungan pondok pesantren terpencil masih di wilayah Jakarta. Walaupun gaji sebulan tidak cukup untuk biaya bensin motor vespa saya mengantar pergi pulang rumah ke sekolah setiap bulannya. Apalagi untuk sekedar jajan, namun dijalani dan disyukuri sebagai batu loncatan awal meniti karir kedepannya. Mengajar mulai dari dipertengahan tahun ajar sampai pembagian raport dan kelulusan SMK yang diajar yang sempat didapuk dadakan menjadi wali kelas XII SMK untuk membagikan rapor juga.



Usai pembagian raport libur pun tiba, kerja mengajar pun ikut libur. Berliburlah bersama teman kuliah ke wahana hiburan Dufan di Jakarta. Ini pengalaman ke Dufan pertama kali (akhirnya ngaku) disaat umur sudah hampir kepala 3. Bersenang senang lah dan bergila ria lah melupakan segala kepenatan. 
saat di Dufan bersama teman seperjuangan

oleh-oleh basah akibat arum jeram




tragedi kora-kora di Dunia Fantasi

Disaat itulah teman kuliah yang bekerja mengajar menjadi guru komputer (TIK) SMA di Jakarta tepatnya di SMAK Sang Timur Jakarta, memberi info dan mengajak ikut mengajar di sekolah tersebut. Tanpa berpikir panjang langsung saya langsung terima ajakannya. “Maafkan temanku pak Kepsek, saya berpaling dari sekolahmu” ungkapan hati yang terperncar antara bahagia dan sedikit gak enak. Kemudian dengan cepat saya siapkan segala pesiapan dan melamar di sekolah tersebut, ternyata status karyawan pengajar di bawah lembaga komputer, bukan yayasan sekolah tersebut. Setelah dilakukan berbagai tes, sayapun diterima untuk mengajar, walaupun menjadi asisten mengajar di Lab Komputer.
Hampir 3 tahun mengajar bersama teman kuliah sekaligus teman ngajar dan teman tandem main PS 1 hingga PS 3. Teman saya tergoda dan diterima di sekolah yang lebih menjanjikan masa depannya di wilayah Tangerang. Saya pun ditinggal sendiri mengajar komputer di SMA, tak lama kemudian saya pun mundur dari SMA tersebut dengan begitu amat berat. 
Kenang-kenangan mengajar di SMAK Sang Timur Jakarta

Karena mendapat tawaran mengajar di Sekolah Dasar Negeri di sekolah ayah saya menjadi kepala sekolah. Tertarik mengajar karena akan menjadi guru PNS. Tetapi selama 2 tahun mengajar di SD belum ada kejelasan menjadi PNS. 
saat mengajar di SD kelas IV


saat les (buat tambahan) di luar jam sekolah

saat mengikuti Jambore Karang Pamitran di Cibubur

Di saat itu mendapatkan pujaan hati yang juga calon pengajar yang menjadi peneman hidup saya dan yang akan mengajarkan ke anak-anak saya kelak. Mengajar dengan honor pas-pasan dan menikah kemudian memiliki anak, semakin nikmat dan kuat perjuangan hidup kami. Sayapun mendapatkan dorongan dan semangat untuk lulus kuliah S2 saya yang tinggal tesis saja. Akhirnya tesis yang terbengkalai rampung juga dan ikut sidang tesis. Alhamdulillah saya lulus dan di Wisuda.
sidang tesis
wisuda S2 bersama tercinta

Kemudian tak berapa lama, istri saya pun lulus S1 PGSD. Tak lama setelah wisuda langsung mendapatkan info mengajar di kampus Teknik Mesin di Jakarta Timur dan Tangerang. Berbekal surat keterangan lulus sayapun diterima mengajar mejadi dosen Teknik Mesin. Mengajar baru 1,5 tahun saya ikuti saran istri dan mertua mengikuti test cpns. Rencananya melamar menjadi dosen di PTN supaya bisa menjadi PNS, tetapi ini pertamakalinya seumur hidup melamar dan ikut tes cpns. Yang baru ada di lowongan dan sesuai dengan latar belakang pendidikan yaitu menjadi peneliti di LIPI. Itu pun pernah saya lihat website pengumumannya setahun sebelumnya. Doa yang selalu saya panjatkan kepada Allah SWT pun dikabulkan, saya pun diterima. Disaat saya sedang mengawas UAS di kampus sambil memantau pengumuman tes cpns lewat hape. Saya pun menahan luapan syukur dan kegembiraan sampai selesai mengawas.
pengumuman cpns
dapat SK cpns
Kerja menjadi peneliti PNS di luar Jakarta, baru beberapa bulan sudah membantu kampus politeknik negeri yang baru merintis untuk mengajar menjadi dosen politeknik atau D3. Hingga saat ini mengajar di politeknik yang menjadi secercah pengabdian demi berlangsungnya pendidikan Indonesia menjadi lebih baik.
Kalau dirunut kebelakang dan diurutkan sesuai jenjang berarti saya sudah pernah mengajar dari SD, SMP, SMA, D3 dan S1. Semoga bisa mengajar S2 dan S3. Bukan hal yang kebetulan dan belum tentu ada banyak yang seperti saya (sepertinya?). Semoga ilmu yang bermanfaat bagi orang banyak yang pernah saya berikan, menjadi bekal saya di akhirat nanti, amiin ya rabbal alamin. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kehilafan saya saat mengajar untuk murid-murid yang pernah saya ajar.
Selamat Hari Pendidikan Nasional

Terima kasih, sampai jumpa dipostingan selanjutnya.

Comments

  1. MasyaAllah saya membacanya terharu dan bangga
    Semoga barokah ilmunya dan saya bisa seperti mas

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts